Terimakasih kepada teman-teman yang sudah mempercayakan jasa menghias Seserahan dan Mahar pernikahan pada puji parcel puji parcel Seserahan makna dan filosofi... | Puji Parcel membuat aneka seserahan untuk Hantaran pernikahan

Rabu, 08 Agustus 2012

Seserahan makna dan filosofi...


Seserahan: Di balik makna dan filosofi seserahan 

Seserahan sudah menjadi bagian yang umum dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan yang dulu tidak wajib hukumnya kini sudah mengakar dalam budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan. Seserahan merupakan simbolisasi dari pihak mempelai pria sebagai wujud tanggungjawab kepada pihak keluarga terutama orang tua calon pengantin wanita. Untuk adat istiadat di Jawa ( Jawa Tengah dan Jawa Timur ) biasanya seserahan diberikan pada saat malam sebelum dilaksanakan akad nikah pada waktu acara midodareni  untuk adat Jawa dan ngenyeuk seureuh untuk adat Sunda. Tetapi ada juga yang melaksanakannya pada saat acara penikahan.

Contoh seserahan dari Puji Parcel


Seserahan Adat Jawa
Makna Seserahan
Seserahan adalah symbol bahwa mempelai pria sanggup dan mampu untuk bertanggungjawab mencukupi kebutuhan hidup calon pengantin wanita. Selain kebutuhan dasar disispkan juga barang atau makanan yang menjadi symbol keseriusan mempelai pria untuk mencintai dan setia pada calon pengantinnya.



Jumlah dan Isi Seserahan
Umumnya jumlah seserahan dan barang apa saja yang akan diberikan dalam seserahan adalah hasil kesepakatan kedua calon pengantin. Namun menurut adat yang ada jumlah hantaran haruslah ganjil yaitu sejumlah 5,7,9,11,13 dan seterusnya hingga tak terbatas jumlahnya dalam hitungan ganjil.

Untuk isi hantaran, walaupun diberikan oleh pihak keluarga pria, namun dewasa ini calon mempelai wanita biasanya diajak untuk memilih barang yang akan dibuat seserahan. Hal ini agar barang seserahan benar-benar bisa dipakai oleh pengantin wanita, sehingga tidak menumpuk saja karena tidak sesuai selera atau malah tidak pas dengan ukuran mempelai wanita.

Berikut ini jenis seserahan beserta maknanya untuk kehidupan kedua calon mempelai:


1. Seperangkat Pakaian
Tidak hanya sekedar busana, namun pakaian di sini meliputi kebutuhan pakaian mempelai wanita dari ujung kaki hingga ujung kepala, meliputi: jilbab (bila berjilbab), mukena, baju kerja, baju pesta, kebaya, kain batik, baju tidur, pakaian dalam hingga sepatu dan sandal.
Arti: Baik pengantin pria maupun wanita harus bisa menjaga rahasia dan kesakralan pernikahan mereka, tidak sembarang mengumbar masalah dan rahasia antara suami istri.



2. Perawatan Tubuh dan Make-Up
Di dalam seserahan ini mencakup sampo, sabun, body scrub, body lotion, masker dan semua perangkat perawatan tubuh yang biasa digunakan oleh mempelai wanita.
Arti: Mempelai pria menjamin bahwa dia bisa menjaga baik-baik penampilan istrinya dengan menyediakan seperangkat perawatan tubuh dan make up yang memadai.


3. Pernak-pernik Perhiasan
Perhiasan bisa berupa cincin, kalung, liontin atau bahkan gelang untuk mempelai wanita. Jumlahnya tentu disesuaikan dengan kemampuan pengantin pria dan biasanya diberi cirri khas sebagai symbol cinta kedua mempelai.
Arti: Calon mempelai wanita diharapkan akan selalu berusaha untuk tidak mengecewakan suaminya dan tetap akan berinar indah seperti permata walaupun berbagai masalah hidup dan bertambahnya usia tidak bisa dihindari.

4. Makanan Tradisional
Biasanya dipilih makanan yang basah dan lengket, seperti: jenang (dodol), lemper, jadah, kue lapis dan sebagainya. Dengan alasan kepraktisan kue-kue tersebut sering tergantikan dengan aneka kue-kue kering yang sebenarnya sudah berbeda arti dan maknanya.
Arti: Kue yang lengket yang biasanya terbuat dari beras ketan adalah symbol silaturahmi dan harapan bahwa kedua pasangan akan selalu bersatu sampai akhir hayat dan silaturahmi antara kedua keluarga akan tetap terjaga selamanya.

5. Buah-buahan
Selain makanan, diserahkan juga aneka buah-buahan terutama buah pisang raja satu sisir.
Arti: Buah-buahan adalah symbol harapan agar pasangan yang menikah bisa menghasilkan buah yang melimpah bagi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

6. Daun Sirih
Daun sirih sepertinya memang bukan termasuk kebutuhan dasar mempelai wanita, namun daun sirih ini menjadi  symbol dari kesatuan hati, kesatuan tekad kedua pasangan di atas perbedaan.


Di beberapa daerah terdapat adat bahwa pihak calon mempelai wanita memberikan seserahan balik kepada keluarga calon mempelai pria.
Adapun isinya antara lain:

ŸPakaian pengantin pria dan seluruh perlengkapannya yang akan dipakai pada waktu  prosesi      akad nikah.
ŸKeperluan pengantin pria seperti, sepatu, ikat pinggang, perfume, dasi dan lain-lain.
ŸMakanan kegemaran mempelai pria.


Tips Memilih Seserahan

1. Berbelanjalah bersama agar seserahan benar-benar sesuai dengan keinginan selera
    masing-masing calon pengantin pria dan wanita, terutama merk dan jenis kosmetik atau
    body care. Penyesuaian ukuran dan model pakaian, gaun, sepatu  atau sandal.
2. Sesuaikan dengan bajet yang anda miliki sekarang. Jangan sampai persediaan dana anda
    ludes dan melupakan kebutuhan-kebutuhan setelah acara pesta pernikahan yang 
    tentunya masih memerlukan banyak dana di luar pernikahan.
3. Seandainya pihak keluarga pengantin pria tetap ingin membeli barang-barang seserahan
    Untuk pengantin wanita, tanyakan dulu hal-hal yang penting seperti ukuran baju,
    celana, sepatu, sandal, merk dan jenis kosmetik yang biasa dipakai.
4. mempercayakan jasa pembuatan dan menghias seserahan pada pihak yang sudah
    berpengalaman dalam bidangnya. Bila anda sedang mencari jasa pembuatan dan
    menghias seserahan anda bisa lihat dulu di daftar harga jasa pembuatan seserahan 
    berikut pemilihan keranjang parcel.


Seserahan Adat Tionghoa atau Sangjit


 Seserahan Sangjit Tionghoa

Secara harfiah, Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita.

Sangjit biasanya diadakan antara satu bulan sampai satu minggu sebelum acara resepsi pernikahan dan berlangsung siang hari antara pukul 11.00-13.00. Sebelum keluarga calon pengantin pria memutuskan barang atau uang yang harus dibawa, sebaiknya sebelumnya sudah didiskusikan bersama pihak pengantin wanita. Setelah menentukan sangjit apa saja yang akan dibawa, barang-barang seserahan akan diletakkan di dalam nampan-nampan yang berjumlah genap, biasanya maksimal berjumlah 12 nampan.

Lazimnya barang-barang seserahan ini sebagian dikembalikan lagi pada keluarga pengantin pria. Bila keluarga pengantin wanita mengambil seluruh barang yang ada, artinya mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pengantin pria dan tidak ada hubungan lagi antara si pengantin wanita dan keluarganya. Namun, bila keluarga pengantin wanita mengembalikan separuh dari barang sangjit tersebut ke pihak pengantin pria. Artinya keluarga pengantin wanita masih bisa turut campur dalam keluarga pengantin pria.

Barang-barang Sangjit biasanya terdiri dari:

1. Alat-alat kecantikan dan perhiasan untuk pengantin wanita.
2. Pakaian/kain untuk pengantin wanita.
3. Uang susu (aang pao) dan uang pesta (masing-masing dimasukkan di amplop merah)
4. Tiga nampan masing-masing berisi 18 buah (apel,jeruk,pir atau buah yang manis sebagai
    lambing kedamaian, kesejahteraan da rezeki.
5. 2 pasang lilin berwarna merah yang berukuran besar dan diikat dengan pita warna merah
    Juga sebagai symbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negative.
6. Sepasang kaki babi (jika tidak ada  dapat digantikan dengan makanan kaleng, ditambah
    6 kaleng kacang polong.
7. Satu nampan berisi kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong sebagai lambang
    keberuntungan dan kelimpahan rezeki.
8. Satu nampan berisi dua botol arak  atau sampanye. Pihak pengantin wanita mengambil  
    seluruhnya dan ditukar dengan dua botol sirup berwarna merah.
    Sumber: www.vemale.com
                  www.houseofseserahan.com
                  www.miraclewed.com
  

0 komentar:

Poskan Komentar

Anda Pengunjung yang ke-

Puji Parcel Map

Template by:

Free Blog Templates